English Tea Heritage with British Council

English Tea Heritage with British Council

Hi! I’m so happy because today I’m attending ‘English Tea Heritage’ with @idlearnenglish and British Council at Arts Café by Raffles. I got a new knowledge about differences between Afternoon Tea and High Tea. They told us about History of English Tea Heritage, Afternoon Tea Etiquette, and also about myClass from British Council Indonesia Foundation. I also took over @idlernenglish Instagram during the event. The event is hosted by Rebecca Razavi, Board Member of The British Chamber of Commerce in Indonesia who tell us about English Tea Heritage and Hanny Sanjaya, Head of Marketing British Council Indonesia Foundation who tell us about British Council Indonesia Foundation, and opening speech by Sisilia Tandri.

British Council Indonesia Foundation:

Hanny Sanjaya, Head of Marketing British Council Indonesia Foundation

English Tea Heritage:

Rebecca Razavi, Board Member of The British Chamber of Commerce in Indonesia

Opening speech by Sisilia Tandri

Afternoon Tea or High Tea?

Ok, First I wanna tell you about Afternoon Tea. What is Afternoon tea? Afternoon Tea us tea-realated ritual, introduced in Britain in the early 1840s. It evolved as a mini meal to stem the hunger and anticipation of an evening meal at 8pm. Istilah high tea juga muncul di tengah maraknya tren afternoon tea. Padahal “high tea” dan “afternoon tea” adalah dua hal yang berbeda.

Afternoon Tea refers to traditionally sandwiches, scones and a selection of cakes, served with tea, just like what was served to you just now. High Tea refers to the main meal of the day for the working class. It originated during the Industrial Revolution for workers who returned home after a long hard day of physical labour looking forward to a hot, hearty meal. High tea may be called “high” because it was eaten on a high table rather than a low table for tea. Afternoon tea itu pakai coffee table yang pendek. Makanya disebut low tea. Waktu untuk afternoon tea biasanya tidak terlalu sore, dan untuk menemani minum teh, makanan yang disajikan biasanya yang tidak mengenyangkan dan kecil-kecil, seperti finger sandwich (roti lapis ukuran kecil), kue tart yang kecil-kecil, sementara high tea menggunakan makanan yang mengenyangkan, sehingga tidak perlu makan malam lagi.

 

The History of English Tea Heritage:

  • 2737 BC

It is said that tea drinking started in China

  • 1662

It was then brought to England by Catherine of Braganza from Portugal who married Charles II. She became known as the ta-drinking queen

  • 1840s

Taking tea in the afternoon developed into a neqw social event thanks to Anna, the 7th Duchess of Bedford who complained of “having sinking feeling” because the gap between launch and dinner which is usually seved at 8 PM is too long. Her solution was a pot a tea and a light snack, taken privately in her boudoir during the afternoon

Tea was generally consumed within a lady’s closet or bedchamber and for a mainly female gathering of the English aristocracy. When the ladies took the afternoon tea ritual outside it encourage the lords and men of the house to take part in this fabulous activity.

  • 1930s

Marked the height of the craze, complete with lots of guests,pageantry, servants, silver teapots, fine linens, musicians, elegant teacups, and the nest tea money could buy.

Afternoon Tea Etiquette

You do not have to wear fancy ball gown or tux. These days, smart casual, however, no sportswear or trainers (sneakers). For the ladies it’s the perfect excuse to get dressed up! Nah kalian juga jangan menaruh barng-barang seperti kunci mobil, kacamata, atau handphone diatas meja ya.

i’m wearing Obe Tangerine Outwear and Quade Deer Pants from @ATSTHELABEL , Boots by HnM

The tea strainer should be used, if provided, by pouring the tea through it over the cup to catch any loose leaves. It is placed back in its rest or stand once pouring is finished. Addition Milk and Sugar or lemon are passed around and everyone adds to their liking. Lebih baik kalian tambahkan susu setelah teh dituangkan, jangan sebelumnya ya, jadi kalian bisa tahu seberapa kuat rasa the kalian.

Afternoon tea terdiri dari teh dan makanan ringan yang disusun di nampan susun tiga atau three tier . An easy and elegant way to present each course is on a tiered stand. The first course eaten is from the bottom tier and we work our way up. The first tier (bottom is reserved for the finger sandwiches. The second tier (middle) holds the scones. The thid tier (top) is for the small pasties, tarts and other bite-size sweet desserts.

Tea sandwiches must have their crusts cut off, and presented either in the shape of triangles, rectangles or – as the royal household prefers – in small squares. They are finger sandwhiches and are eaten with the hands, not cutlery.

Scones are broken, not cut. A good scone will easily break in two from the middle. Do not, sandwhiches the two halves back together.

Cream or jam first? The answer lies in whether you are going Cornish or Devonian. The former like to show off their clotted cream and so place it on top of the jam, whereas Devonians reportedly like their cream seeping into the warm scone below.

BRITISH COUNCIL

Have you ever heard about British Council ? British Council adalah organisasi internasional asal Inggris yang menawarkan kesempatan pendidikan dan hubungan budaya. British Council menciptakan kesempatan internasional untuk rakyat Inggris dan masyarakat dunia dengan membangun rasa saling percaya. Kami menyebut ini hubungan budaya.

British Council membangun kepercayaan dan pemahaman untuk Inggris dengan tujuan membangun dunia yang lebih aman dan makmur. British Council merupakan lembaga kebudayaan internasional terdepan dalam cakupan dan memiliki pengaruh di seluruh dunia.

Hubungan kebudayaan merupakan komponen hubungan internasional yang fokus pada pembangunan masyarakat dan melengkapi jalinan kerja sama warga dengan pemerintah serta hubungan antarnegara.

British Council berkarya melalui bahasa Inggris, seni, pendidikan, dan bidang-bidang kemasyarakatan yang semuanya merupakan aset budaya terbaik yang dimiliki oleh Inggris. Karya kami menyatukan masyarakat dunia dan mengundang para mitra untuk bekerjasama dengan Inggris.

British Council memiliki lebih dari 7.000 karyawan yang bekerja di 191 kantor di 110 negara. British Council hadir di Indonesia semenjak tahun 1948 dan kami terus mencoba untuk melakukan perubahan yang lebih baik di bidang bahasa Inggris, seni, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Pada bulan Oktober 2013, British Council memperluas jangkauannya ke masyarakat Indonesia dengan mendirikan British Council Indonesia Foundation sebagai bagian dari British Council Holdings. British Council Indonesia Foundation menyediakan kesempatan belajar bahasa Inggris terbaik di Jakarta, ujian dan pengembangan guru ke seluruh negara. Salah satu produk dari British Council Indonesia Foundation ini adalah myClass.

MY CLASS

Have you ever known about myCLass? myClass is an English learning product from British Council Indonesia Foundation that delivers quality 100% face-to-face English courses for professionals or students age 17+ in great class environment delivered by certified international teachers and learning flexibility to suit learner’s needs.

Jadi di British Council Indonesia ini ada produk English learning yang namanya MyClass, myClass adalah kursus Bahasa Inggris yang didesain khusus untuk orang dewasa usia 17 tahun ke atas.

Pada myClass ini kita ditawarkan untuk high quality 100% face-to-face teaching , Kita dapat belajar langsung tatap muka, karena dapat lebih efektif untuk belajar Bahasa inggris. Kita juga dapat memilih waktu belajarnya sendiri, bisa disesuaikan dengan waktu kita, bukan kita yang menyesuaikan waktu mereka, enak kan? Kalian yang super sibuk dengan kegiatan ini itu ngga perlu khawatir lagi atau malas belajar Bahasa inggris , karena di myClass kita bisa memilih topik dan waktu belajarnya.

myClass bertujuan untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, dengan fokus pada kemampuan berbicara dan mendengar bahasa Inggris untuk pekerjaan, persiapan akademis, budaya, dan studi umum, dengan menggunakan topik kehidupan nyata dan pembicaraan bahasa praktis. Students in myClass program memiliki kebebasan untuk memilih topik pilihan mereka sesuai dengan kebutuhan mereka.

I feel so happy because now I know about English tea heritage , the Afternoon Tea Etiquette, and how to speak English fluently with myClass, dan #EnglishUpgrade di myClass bisa dilakukan dengan topik sesuai kebutuhan dan kegemaran kita. Salah satunya adalah upgrade Bahasa Inggris dengan topik kebudayaan seperti English Tea Heritage. Dengan cara seperti ini, belajar bahasa inggris menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.

So guys, kalau kamu belajar di myClass itu ngga akan bosan, karena kita bisa menentukan sendiri topik yang mau kita pelajari sesuai kebutuhan kita, ada Workplace English, Everyday English, Social English, English for academic purposes, and Culture. Dan ada juga myClub dimana kita bisa bertemu dengan murid-murid dari kelas lain untuk saling bahas topik yang di vote oleh murid dan practice communication in English, dan kadang juga undang expert sebagai speaker. Dan ingat ya, myClass merupakan kursus Bahasa Inggris untuk dewasa dari British Council Indonesia Foundation.

Thankyou British Council for having us, and also thankyou for the gift.

DISCOUNT ALERT!

Kalian bisa menggunakan kode voucher : myClasswithAstriTyas , tunjukan screenshot post IG atau Blog dengan code tersebut, dapatkan discount 10% dan extra lessons up to 6 class (T&C applied).

Kalian bisa check instagramnya @idlearnenglish kalian bisa nemuin banyak informasi disana. Oh iya, kita juga Tour ke British Council di Lotte Shopping Avenue lantai 4, di Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3 &5 Karet Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan, kalian juga langsung bisa on the Spot langsung tanya-tanya disana ya, atau kalian bisa klik link sebagai berikut untuk info selanjutnya :

 

Thankyou for reading

Love,

Aci

| instagram | twitter | youtube

Please follow and like us:


2 thoughts on “English Tea Heritage with British Council”

Leave a Reply to Kiko Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Enjoy this blog? Please spread the word :)